Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Email: info@dmiprimagama.com
ARTIKEL
Selasa, 10 Juni 2008, 15:37 WIB SETIAP ORANG PERLU KENAL BAKAT NYA (TALENTA)
Untitled Document
Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo Direktur DMI Primagama
INTRODUCTION. Jangan memberikan pelajaran menggambar kepada orang yang buta. Maka sehebat-hebatnya
kurikulum serta guru yang akan mengajarnya pasti akan sia-sia dan tidak berguna.
Jangan mengajarkan seni berpidato kepada orang yang tidak punya lidah. Itupun
akan menjadi sia-sia belaka. Banyak orang disekitar kita yang tidak mau didiagnosa
kesehatannya oleh seorang dokter karena ia takut akan ketahuan berpenyakit, biarlah
saya tidak tahu sakit saya, toh kalau tiba-tiba saya sakit maka saya akan datang
juga pada seorang dokter. Bila datangnya tidak terlambat tidak begitu bermasalah.
Anehnya sebagian besar kita akan memborong semua obat agar penyakitnya segera
cepat sembuh. Pun demikian terhadap putra-putri kita – bahkan tidak jarang terhadap
kita sendiri juga – bahwa kita sibuk mencarikan sekolahan anak-anak kita tanpa
mengetahui apa sebenarnya yang menjadi bakat anak-anak kita. Nampaknya ibarat
sebuah perjalanan yang sangat jauh, kita akan menjadi lebih baik dan lebih tenang
bila kita sudah menyiapkan sebuah ”peta kota perjalanan kita”. Demikian juga dengan perjalanan pendidikan yang akan kita pilih serta akan kita lalui guna meraih prestasi masa depan kita. Nampaknya kita juga
memerlukan ”peta potensi diri” yang harus dicarikan warna pendidikan yang sesuai. Tugas kita adalah mengenal
bakat, kemudian meyakini dan mengembangkannya yang jelas-jelas sudah diketahui
mana yang menonjol. Mengembangkan bakat yang menonjol akan lebih mudah dari pada mengembangkan bakat
yang lemah. Apalagi mengubah bakat alaminya (atau beralih pada hal lain yang bukan
menjadi bakatnya). Semakin dekat bakat dengan cita-cita maka semakin mudah untuk meraihnya. Semakin
dekat bakat dengan pendidikan yang dipilihnya maka semakin mudah meraih prestasi
akademik. Semakin dekat bakat dengan minat maka semakin mudah menikmati hidup
ini. (walau ada sebagian kita menyamakan pengertian bakat dengan minat)
REVOLUSI EFISIENSI. Sebagaimana penemuan golongan darah dan lampu listrik pada awal-awalnya. Pun
demikian dengan jenis penemuan yang lainnya – termasuk penemuan tes pengenalan
bakat DMI – banyak pihak yang masih meragukan kegunaannya. Ternyata pada perkembangan
berikutnya baru bisa dirasakan betapa besarnya pengaruh identifikasi golongan
darah terhadap pentingnya transfusi darah bagi pasien yang membutuhkannya. Bayangkan
bila sampai sekarang penggolongan darah itu belum diakui. Bagaimana nasib si pasien
itu ? Juga bagaimana dahsyatnya pengaruh penemuan listrik yang kemudian diikuti
dengan penemuan lampu pijar, yang kemudian diikuti dengan produk-produk yang lainnya.
Apa yang akan terjadi bila tidak ada lampu listrik. Semua akan gelap bukan ? Dan
coba anda pikirkan apa yang akan terjadi bila kita dapat mengetahui apa yang menjadi
bakat alami kita ? Setelah itu kita belajar ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dekat dengan bakat kita itu. Tentu semuanya akan menjadi lebih fokus, efisien,
terlebih bila kita tidak terlambat untuk menjawab dan menyambutnya. Pendek kata
kenal bakat sejak dini, itu akan lebih baik ibandingkan bila kita tidak kenal
sama sekali.
Persembahan DMI PRIMAGAMA INDONESIA (Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore, Comcare Group Singapore)
Hubungi :