Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Email: info@dmiprimagama.com
ARTIKEL
Selasa, 29 September 2009, 09:00 WIB WIRAUSAHA BERBASIS TALENTA (ENTREPRENEUR SUKSES BERBASIS BAKAT)
Untitled Document
Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo Direktur DMI Primagama
Perubahan situasi dan dinamika kehidupan semakin kencang dan sulit untuk dibendung.
Informasi berjalan sangatlah derasnya. Hari ini terjadi apa di dalam suatu negara
maka hari itu pula informasi akan merambah dunia. Akulturasi nilai dan budaya
terus berjalan dan bernegosiasi (tawar menawar) dengan sendirinya secara lebih
alami. Apa yang sedang ngetrend di negara maju segera akan ditiru oleh masyarakat
di negara berkembang. Ada beberapa bagian perkembangan dan kemajuan yang terjadi
di negara maju yang bisa segera ditiru tetapi ada juga beberapa bagian yang sangat
sulit untuk diikuti dan ditiru. Ambil contoh bagian kemajuan yang sangat sulit
ditiru adalah penemuan dan kemajuan di bidang teknologi. Untuk bidang ini kebanyakan
negara berkembang hanyalah bisa dijadikan obyek pemasaran dan menjadi penonton
yang baik serta sudah cukup puas menjadi penikmat (konsumtif saja). Orang merasa
bangga bisa beli HP terbaru, mobil terbaru dan komputer terbaru. Dan orang belum
merasa malu atau penasaran kalau belum menjadi ”sang penemu”. Sebaliknya ada sebagian
perkembangan yang relatif bisa ditiru. Di negara maju ada fenomena bahwa orang
sekolah di swasta lebih bergengsi daripada sekolah di negri. Orang lebih bangga
bekerja di swasta dari pada menjadi pegawai negri. Orang lebih suka pensiun dini
daripada menunggu sampai tua renta. Orang lebih bangga menjadi pengusaha daripada
menjadi orang pekerja kantoran atau buruh pabrikan. Fenomena itu semua sekarang
mulai terjadi di sebagian warga negara berkembang. Menjadi wirausaha (pengusaha)
menjadi suatu alternatif yang mulai dilirik oleh sebagian sarjana lulusan perguruan
tinggi. Mereka dengan sadarnya sejak lulus tidak mau menjadi pegawai pada level
apapun, ”saya harus jadi pengusaha”. Saya memiliki tekat dan merasa punya bakat
untuk menjadi pengusaha, saya tidak mau diatur orang lain dan saya ingin meiliki
kemerdekaan yang lebih dibandingkan saat saya harus menjadi pegawai. Bayangkan
andai saja sebagian kita punya tekat yang seperti itu mungkin negri ini tidak
akan tergantung hidupnya dari hutang luar negri. Cukup 2 % saja rakyat ini menjadi
pengusaha maka negri ini menjadi negri yang merdeka dalam arti yang sesungguhnya.
Tetapi pada kenyataannya sebagian besar orang yang mau menjadi wirausaha diawali
dari suatu keterpaksaan terlebih dahulu. Terpaksa memulai suatu usaha karena semua
lamaran pekerjaan ditolak dimana-mana. Tapi tidak apa-apa, lebih baik terpaksa
masuk surga daripada sukarela tetapi masuk neraka. Agar kita tidak terpaksa seperti
itu dan agar kita segera memulai suatu pilihan usaha di bidang tertentu nampaknya
kita perlu mengenali bakat bisnis kita sejak dini. Bisnis yang ditekuni sesuai
dengan bakat kita maka akan menjadi lebih enjoy dijalani dan lebih tekun dikerjakan
serta kita akan segera menjadi ”bertangan dingin” dibidangnya. Kenali bakat kita,
laksanakan segera pilihan bisnis kita dan tekuni maka kesuksesan akan segera hadir
menjemput kita. Semoga !
Persembahan DMI PRIMAGAMA INDONESIA (Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore, Comcare Group Singapore)