Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo
Direktur DMI Primagama
INTRODUCTION. Secara kuantita sederhana, dalam meraih suatu kesuksesan peran bakat, keahlian
dan kesempatan adalah masing-masing 1/3 bagian atau lebih kurang 33% (biasanya
secara digampangkan 30%). Cara berpikir seperti itu muncul karena sebuah asumsi
bahwa suatu bakat tidak akan ada gunanya kalau tidak diikuti dengan suatu keahlian,
suatu keahlian juga tidak akan ada gunanya kalau tidak pernah bertemu dengan kesempatan.
Faktanya memang ada orang sukses karena disebabkan punya bakat yang menonjol,
ada yang karena disebabkan punya keahlian yang teruji dan ada yang karena disebakan
punya banyak kesempatan yang baik (emas). Tetapi apakah kesimpulannya semudah
itu kita menggabung-gabungkan variabel sukses tersebut. Dan semudah itu pula membagi-bagi
variabel sukses itu ? Sukses dalam dimensi tertentu, tidaklah semudah ramuan teknis
sebagai tumpukan dan susunan batu bata yang dirangkai untuk dijadikan sebuah dinding
pada suatu rumah. Terkadang ia lebih rumit dari sebuah senyawa reaksi kimia sekalipun.
MANA YANG BISA DIKENDALAIKAN OLEH KITA. Dari ketiga pokok bahasan tersebut aspek yang paling bisa kita kendalikan adalah
aspek keahlian. Suatu keahlian bisa kita upayakan melalui pendidikan, pelatihan
dan pembiasaan. Sedangkan aspek bakat lebih bersifat bawaan atau inheren. Ia ada
sejak kita lahir dan terlepas dari rasa kesukaan kita. Baik suka ataupun tidak
suka yang namanya bakat itu ”ya seperti itu”, dan itu harus kita terima dengan
rasa syukur. Sedangkan berbicara tentang aspek kesempatan ada tiga variabel yang
harus kita pertimbangkan, yaitu variabel waktu , variabel tataurutan (siapa atau
mana yang lebih dahulu) dan variabel aktifitas. Variabel waktu jelas, jatahnya
masing-masing kita adalah sama yakni sama-sama 24 jam seharinya. Dari aspek tataurutan,
jelas bahwa orang yang lahir terlebih dahulu tidak ada jaminan akan berprestasi
dan sukses terlebih dahulu. Dari aspek aktifitas, dia harus kita ikhtiarkan, bukan
kita tunggu atau kita minta dari pihak luar. Aktifitas adalah sebuah upaya mengisi
waktu. Waktu adalah sebuah kesempatan dan perjalanan yang didalamnya kita bebas
untuk mengisinya atau tidak mengisinya. Pendek kata kesempatan itu tidak datang
untuk kali yang kedua, kesempatan sangat sulit diprediksikan kapan datangnya,
dan masih sangat kontropersial bahwa kesempatan itu ”harus diperjuangkan” atau
”harus ditunggu”. Kalau harus diperjuangkan itu namanya persiapan dan keahlian
(yang datangnya harus direncanakan dan diikhtiarkan). Kalau harus ditunggu itu
berarti diluar kendali kita. Kesimpulannya adalah yang paling bisa dikendalikan
adalah aspek keahlian.
MANA YANG ADA DALAM DIRI KITA. Dari ketiga aspek tersebut, aspek bakatlah yang adanya hanya di dalam diri
kita. Aspek keahlian harus kita ciptakan dan kita ikhtiarkan. Aspek kesempatan,
harus ”kita minta” dan atau jatahnya masing-masing kita sudah sama yakni 24 jam,
sehingga tidak menjadi variabel pembeda.
KESIMPULAN. Dua hal saja yang harus kita perhatikan dalam meniti suatu kesuksesan. Pertama
aspek bakat, kedua adalah aspek keahlian. Sehingga paradigma angka 30-an% bergeser
secara sederhana (Jawa: secara bodon) menjadi 50-an%. Dan yang 50-an% itu pun
urut-urutannya (Skala prioritasnya, kronologisnya, sistematikanya) haruslah tepat
dan benar. Semoga bermanfaat !
Persembahan DMI PRIMAGAMA INDONESIA
(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore, Comcare Group Singapore)
Hubungi :
- Afi : 081 32 5157 222 (Maaf belum melayani SMS)
- Teguh : 085 643 38 38 38 (Maaf belum melayani SMS)
-
Eko : 081 6680 400 (Koordinator Teknisi DMI Primagama)
DMI PRIMAGAMA