Ruko Permai Pogung Lor No. 2,3,4
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp (0274)625168
Email: info@dmiprimagama.com
BERITA
Senin, 30 Maret 2009, 12:43 WIB MULTIPLE INTELLIGENCE : MULTI KARIR DAN MULTI ORGANISASI
MULTIPLE INTELLIGENCE SUATU KECERDASAN TENTANG MULTI POTENSI
Oleh : TEGUH SUNARYO ( DIREKTUR DMI INDONESIA)
Di era reformasi ini semua sudah berubah. Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Stasiun TV sawasta banyak bermunculan dan kita bebas memilih untuk menikmatinya.
Organisasi kewartawanan juga muncul dengan merek yang lainnya, tidak lagi tunggal
(pada awalnya ada yang menyebutnya kembar, ada juga yang menyebutnya tandingan).
Organisasi pengacara (dunia hukum) pun demikian, tidak lagi tunggal. Semua itu
menggambarkan telah ada pergeseran dan perubahan. Banyaknya pilihan menggambarkan
adanya kemudahan bagi penggunanya, adanya kompetisi yang akan melahirkan kreasi.
Monopoli jelas-jelas akan memasung kreasi dan kebebasan dalam memilih. Dahulu
organisasi guru hanya PGRI, sekarang ada PGTT (Persatuan Guru Tidak Tetap). Ilmu
pengetahun tumbuh dan terus berkembang, cara pandang seseorang juga demikian.
Sudah tidak lagi zamannya menggunakan ilmu yang basi untuk menghadapi tantangan
hidup yang baru. Pilihan karir tumbuh mekar beragam sesuai dengan keberagaman
kebutuhan manusia yang juga tumbuh berkesinambungan.
Multiple intelligence adalah sebuah alternatif dalam rangka menembus suatu kebekuan.
Setiap orang adalah cerdas dalam bidang tertentu. Karena setiap orang adalah cerdas
maka tidak ada kebekuan dan tidak stagnan. Setiap orang pasti punya bakat istimewa.
Dan cara mengenali bakat seseorang juga sangat beragam dan berbeda-beda. Sekarang
ini telah muncul teknologi cara mengenali bakat seseorang. Produk ini dihasilkan
oleh para ahli dibidangnya (berbasis ICT), tentu bagi orang yang gagap teknologi
sulit untuk memahami. Penggunanya juga sudah banyak menyebar. Mereka merasakan
dan mengakuinya, tetapi anehnya ada pihak yang gagap teknologi dan belum menggunakan
produk itu sudah berkomentar yang ”aneh-aneh” (dengan cara pandang ilmu yang lama),
bahkan ada yang emosi dengan mengatakan ”pengujinya sudah mendapatkan pengesahan
dari lembaga..... (tertentu) belum?”. Dahulu Thomas Alpha Edison menemukan lampu
pijar juga tidak berbekal pengesahan. Einstein, Graham Bell, Newton, dan Tokoh
Besar lainnya, bekalnya adalah kegigihan, ketekunan, kecerdasan kemudian penemuan.
Setelah itu baru diuji dilapangan kemudian ada pengakuan. Bukan pengakuan terlebih
dahulu baru berbuat, bukan pengesahan terlebih dahulu baru berjalan. Toh suatu
produk kalau tidak bermanfaat pada saatnya pasti akan ditinggalkan oleh para konsumennya
(oleh masyarakatnya). Itu menggambarkan bahwa para penguji yang sejati adalah
para konsumen, tentu konsumen yang cerdas (tidak sekedar pengamat yang cerdas).
Ada tiga cara mengadakan suatu pengujian, yaitu Uji Ilahiah, Uji Ilmiah dan Uji
Alamiah. Ketiganya berjalan simultan secara proporsional dalam bidangnya masing-masing.
Ada Tesa (Pro), Antitesa (Kontra) dan Sintesa (Keseimbangan baru). Sempoa, tergantikan oleh kalkulator. Mesin ketik tergantikan oleh komputer.
Lampu petromak tergantikan oleh listrik. Disket tergantikan oleh flashdisk. Wesel
tergantikan oleh ATM. Telegram indah tergantikan oleh SMS, dan seterusnya. Apakah
masih kurang bukti bahwa dunia itu sudah berubah ?
MULTI KARIR Kesuksesan seseorang sesungguhnya adalah buah (hasil) dari kombinasi yang optimal
antara bakat, minat dan cara hidup yang sehat. Kreatifitas adalah salah satu bentuk
dari sekian bentuk cara hidup yang sehat. Orang bila tidak kreatif akan mudah
jenuh, malas dan selalu merasa buntu bila menemukan suatu masalah dalam hidupnya.
Kreatifitas bisa melahirkan gagasan baru dan bahkan produk baru (penemuan baru
yang implementatif fungsional). Dengan kreatifitas akan lahir produk baru, kebutuhan
baru dan tentu profesi yang baru. Pilihan karir akan semakin terbentang lebar
dan jalurnya (jalur karir) akan semakin panjang. Kompetisi akan semakin tinggi.
Dalam situasi seperti itulah maka kesempatan meraih sukses akan lebih mudah digapai
bagi mereka yang memiliki pandangan tentang multi karir. Karir bisa ditempuh dan
dijalani di banyak tempat. Loyalitas adalah penyajian produktifitas kerja dan
kesantunan dalam membangun komunikasi. Selama seseorang masih memegang nilai-nilai
produktifitas kerja dan kesantunan dalam berkomunikasi, maka ia akan diterima
dibanyak komunitas dan dibanyak tempat. Menjadi suatu pemikiran yang mendesak
ketika seseorang berada dalam suatu komunitas (organisasi) yang jalur karirnya
teramat panjang, apalagi teramat rumit dan tidak jelas, untuk menjalankan konsep
multi karir. Tentu dengan tetap menjunjung tinggi etika yang profesional, bekal
intelektual, pembagian waktu proporsional, komunikasi efektif antarpersonal dan
jaringan yang sangat kontekstual.
MULTI ORGANISASI Dengan tumbuhnya kreatifitas baru, dan lahirnya produk baru, serta diikuti pasar
yang baru dan karir yang baru. Maka akan muncul tuntutan tentang organisasi yang
juga baru. Tuntutan itu muncul bisa karena suatu kepentingan sepihak (tidak ada
sendi kehidupan tanpa kepentingan sama sekali), bisa juga karena gerakan alamiah
karena suatu proses akulturasi budaya. Bisa budaya dalam industri, teknologi dan
dalam seni sekalipun. Budaya berpikir dan budaya mengelola aplikasi pikiran itu
sendiri yang sering disebut organisasi. Organisasi adalah kumpulan dari manusia,
kalau manusianya tidak kreatif maka organisasinya jelas tidak akan kreatif juga.
Kalau masyarakatnya sudah kreatif sementara organisasinya tidak kreatif maka organisasi
tersebut akan segera ditinggalkan dan akan segera muncul organisasi baru. Organisasi
yang tidak kreatif bisa menjelma dalam bentuk perusahaan, lembaga, institusi,
akademi, perguruan, yayasan, universitas, himpunan, ikatan, asosiasi, bahkan dalam
bentuk organisasi profesi sekalipun. Kampus (kumpulan para ilmuwan dan kaum intelektual) sebagai induk yang melahirkan organisasi
profesi saja bisa tutup kalau ia tidak kreatif, apalagi sekedar organisasi profesi. Tidak ada yang tidak mungkin dalam era penuh persaingan dan perubahan ini.
Yang bisa bertahan adalah mereka yang kreatif, berani berubah, berpikir positif
dan memiliki daya juang yang tinggi (EQ dan AQ) tentu juga atas ijin Tuhan Yang
Maha Esa. Tuhan itu Esa, tetapi tidak ada Organisasi yang Esa, tidak ada lagi organisasi profesi yang tunggal bagi mereka yang berpikir dan
bertindak kreatif.
”Perbedaan pendapat adalah rahmat” adalah suatu ungkapan yang santun dalam rangka
membuka jendela kreatifitas, bahwa di dunia sana telah terjadi perubahan. Bahwa
apa yang saya yakini sekarang ini sangat bisa tidak diyakini oleh yang lain pada
saat atau waktu yang berbeda bahkan pada saat dan waktu yang sama sekalipun. Hidup
adalah pilihan, bagimu agamamu dan bagiku adalah agamku. Untuk urusan besar bernama
agama saja kita diberi kebebasan memilih apalagi hanya untuk sekedar urusan dunia,
yaitu dunia profesi. Kebenaran harus kita serahkan kepada Tuhan (bila kita masih
merasa memiliki Tuhan), kepada waktu (diuji oleh waktu), kepada masyarakat (diterima
atau tidak) dan kepada nurani kita masing-masing (ketulusan hati). Sekali lagi
orang yang maju dan bisa berkembang adalah orang yang kreatif, optimis, berpikir positif (open mind) dan tidak mudah berprasangka buruk pada siapapun (tidak su’udzon).
Kesimpulannya adalah dengan Multiple Intelligence akan melahirkan kreatifitas
baru, cara baru, produk baru, kemanfaatan baru, karir baru dan organisasi baru.
Multiple Intelligence, Multi Karir dan Multi Organisasi adalah serangkaian budi
daya kreatif manusia yang dapat mengantarkan pada peradaban yang lebih dinamis,
lebih berkualitas dan lebih beradab.
Semoga tulisan ini mampu mengurangi rasa picik kita dalam menyikapi perbedaan
dan perubahan yang sering terjadi. Terimakasih masa lampau dan selamat datang
masa depan. Selamat berkarya untuk kita semuanya di masa kini !
Persembahan DMI PRIMAGAMA INDONESIA (Under Lisence Brainylab. Inc.. Singapore, Comcare PTE. LTD Group Singapore)
Hubungi :
Teguh : 085 643 38 38 38 atau teguh@dmiprimagama.com